Pohon Teduh

On progress

Minggu, 17 Maret 2019

Simulasi Perang Asia Pasifik

Bayangkannlah bahwa situasi Indonesia dalam dunia simulasi perang ini tidak jauh beda dengan pemerintahan saat ini. Rupiah melemah, rezim yang lebih condong ke Cina, kerjasama dengan Rusia sudah semakin intens, kerjasama gabungan dengan Korea dalam membuat kapal selam, serta kedekatan Indonesia kepada Amerika. Indonesia, katakanlah sudah mampu memuat MBT (Main Battle Tank) yang dianggap Barat sebagai sebuah kekuatan sekaligus ancaman baru, terutama di kawasan Asia Tenggara, serta kawasan Asia secara umum. Rusia mulai mendukung kedaulatan Alutsista Indonesia sedangkan Iran sangat gembira dengan Indonesia dan melihat lebih jauh apakah mereka dapat bekerjasama lebih dalam mengingat Indonesia menjadi negara militer terkuat di kawasan Asia.
Cina pun lebih gencar menggempur pasar Indonesia melalui investasi infrastruktur mereka, di sisi lain, Cina banyak menawarkan kerjasama pembelian senjata dari Cina ke Indonesia, namun sayangnya ditolak Indonesia secara halus karena saat ini Indonesia sudah berdaulat dalam hal kemandirian Alutsista. Kebijakan non-Blok Indonesia membuat negara-negara Dunia Pertama (First World Countries) berlomba-lomba mendekatkan diri mereka ke Indonesia, terlibat dalam investasi baik dalam pembangunan dan infrastruktur, serta kerjasama ekspor-impor lainnya yang terjadi antara Indonesia dan negara-negara baik Blok Barat dan Timur.
Katakanlah bahwa kekuatan militer Indonesia dalam dunia simulasi perang ini sudah masuk ke dalam 10 besar kekuatan militer dunia, yakni di urutan 9 dunia mengalahkan Jepang yang berada di urutan 10, Turki di urutan 11 dan Israel di urutan 12. Sedangkan berdiri di atas Indonesia adalah Korea Selatan yang berada di urutan 7 dunia sedangkan Jerman tepat di atas Indonesia dengan berdiri di urutan 8 negara militer terkuat dunia. Negara-negara blok Barat mulai ketakutan terhadap Indonesia karena semakin hari kekuatan Indonesia semakin mengkhawatirkan. Sejumlah pengamat militer Barat dan pejabat senior Amerika seringkali mengikuti perkembangan militer Indonesia sejauh ini. Barat juga percaya bahwa ada kerjasama tersembunyi antara Indonesia dan Iran terkait dengan kerjasama pengembangan uranium dan fasilitas nuklir.
Meskipun demikian, semua itu ditampik mentah-mentah oleh Presiden Indonesia dan sejumlah pejabat pemerintahan terkait. Bahkan DPR mulai menuduh bahwa Amerika mulai memancing di air keruh, mulai melakukan propaganda mereka dengan isu bahwa Indonesia diam-diam mengembangkan fasilitas nuklir dengan Iran yang dinilai sebagai suatu ancaman yang membahayakan di kawasan Asia Tenggara. 
Katakanlah bahwa dunia simulasi ini terjadi di tahun 2020.
Situasi di dunia Internasional mendadak heboh karena terjadi penembakan terhadap pesawat F16 Singapura yang dilakukan TNI Angkatan Udara. Militer Indonesia berdalih bahwa Singapura melanggar batas wilayah yang ditentukan mengingat wilayah Singapura yang sangat kecil yang berimbas pada sempitnya wilayah udara yang mereka miliki. Singapura pun geram, mencoba memancing air panas dengan membawa kasus ini ke dalam sidang PBB. Amerika tidak merespon, mencoba menganalisis apa yang sebenarnya terjadi. Amerika tidak gegabah dalam bertindak, serta belum menyatakan secara resmi apakah Indonesia bersalah atau tidak.
Panglima tinggi AU Indonesia berkali-kali mencoba menjelaskan bahwa Singapura melanggar batas wilayah udara Indonesia dengan menerbangkan pesawat F16 mereka, dan media-media di Indonesia mulai mendukung TNI AU dan menyalahkan Singapura atas kejadian pelanggaran batas tersebut. Namun media Barat berkata lain. Media-media Barat memandang bahwa apa yang Indonesia lakukan adalah suatu hal yang memalukan dan penembakan pesawat Singapura merupakan sebuah penghinaan terhadap Singapura. Dunia Internasional lalu dihebohkan dengan berita yang terus-menerus menayangkan headline yang intinya mengecam perilaku buruk AU Indonesia. 
Singapura cepat merespon, Singapura tidak memandang remeh Indonesia, namun lebih melihat Indonesia sebagai musuh di kawasan Asia Tenggara yang membahayakan, bukan memandang Indonesia sebagai teman. Singapura dalam beberapa hari memperingatkan warganya agar segera kembali ke negaranya dan menyiapkan status Darurat dengan memasang sistem pertahanan anti-udara Singapura. Namun Indonesia sudah bisa mencium sikap paranoid tersebut dan memandang bahwa Singapura sudah dalam tahap siap siaga jika sewaktu-waktu perang meletus. Sedangkan media-media di Australia, seperti biasa, hanya memberitakan yang buruk mengenai Indonesia dan penembakan AU Indonesia terhadap pesawat Singapura. Indonesia dalam minggu-minggu pertama kecaman dunia mencoba untuk tenang dan tidak terprovokasi propaganda media-media Barat. Berkali-kali Panglima TNI diundang ke Istana Presiden untuk membahas diskusi mengenai masalah sensitif ini. 
Amerika dengan aset paling berharga mereka, CIA, mulai bersiap-siap masuk menginfiltrasi Indonesia seperti apa yang pernah mereka lakukan dalam menggulingkan Soekarno dan mengadu domba antara paham nasionalis dan komunis di Indonesia. CIA dalam hal ini sangat berpengalaman dan tidak dapat dianggap remeh. Suatu saat CIA dapat mengadu-domba kembali antara nasionalis dan komunis, bahkan mengadu domba gerakan Islam radikal dan gerakan liberal Islam, semua itu mungkin saja bagi CIA mengingat mereka ahli dalam melakukan covert-op seperti itu. Ditambah lagi dengan isu Papua yang ingin lepas dari NKRI, tentu saja Australia dan Amerika harus secara cerdik memainkan "Kartu AS" untuk menjatuhkan martabat Indonesia melalui guncangan isu pemberontakan milisi lokal Papua. 
Dalam akhir bulan pertama Presiden Indonesia mulai melihat gelagat mencurigakan dari Malaysia. Beberapa armada Inggris diam-diam tiba di Malaysia di Kota Kinabalu dan Kota Baharu. Indonesia memandang bahwa pengerahan armada Royal Navy tersebut berkaitan dengan isu konflik yang memanas antara Singapura-Indonesia. Dalam 2x24 jam, TNI merespon dengan menyiapkan sejumlah Batalyon dari Jawa ke sejumlah lokasi vital di Kalimantan dan Sumatra. Setidaknya TNI mengirim 8.000 pasukan reguler ke lokasi-lokasi tersebut, terutama di wilayah Kalimantan Utara. 
Indonesia mengancam Inggris jika Armada AL mereka tidak pergi dari Malaysia serta adanya suatu penambahan pasukan dari Inggris, Indonesia tidak segan-segan akan mengusir Inggris dari Malaysia. Ultimatum Indonesia itu dianggap sebagai omong kosong, Inggris tidak pernah takut terhadap Indonesia. Inggris juga mengatakan bahwa penempatan Armada AL mereka tidak berkaitan dengan konflik Singapura-Indonesia. Namun Indonesia tidak percaya begitu saja dan mencoba mengungkit-ungkit kembali konflik antara Kopassus dan SAS yang pernah terjadi di belantara Malaysia-Indonesia dalam Operasi Ganyang Malaysia di era Soekarno. Inggris pun geram, dengan mengatakan bahwa Pasukan khusus SAS mereka lebih baik dari Kopassus, Inggris malah berkoar-koar di media bahwa Kopassus adalah mesin pembunuh warga sipil nomor satu didunia dan banyak dari pasukan khusus itu merupakan orang-orang yang senang sekali melanggar HAM, Inggris juga tidak lupa untuk mengungkit-ungkit masalah Papua, dengan harapan agar bola panas di media ini menjadi kontroversi Internasional dan merupakan usaha Inggris untuk mencoreng citra Kopassus di mata dunia. 
Di kawasan yang lebih jauh, Cina masih bungkam dan tidak terburu-buru memihak Indonesia. Berhubung Cina hanya memandang Indonesia sebagai mitra kerja dalam bidang ekonomi dan investasi, hanya sekedar mitra kerja dan bukan sekutu militer terdekat Cina. Sedangkan Rusia mendukung Indonesia dan mengatakan bahwa Indonesia berhak menembak pesawat apapun (terutama pesawat militer) yang terbang di atas wilayah udara Indonesia. Sedangkan Iran bersimpati terhadap Indonesia dan mengatakan bahwa muslim Indonesia harus bersatu melawan kapitalis dan negara-negara Barat.
Korea Utara mendukung Indonesia dengan asumsi bahwa Singapura dianggap Korea Utara sebagai anak kesayangan Amerika dan merupakan negara kecil dimana orang-orang Barat yang kaya raya berfoya-foya disana. Korea Utara lebih bersimpati dengan Indonesia bukan dikarenakan kedekatan dengan Indonesia, tetapi Korut lebih memandang bahwa Indonesia sebagai kekuatan yang kuat di kawasan Asia Tenggara yang menguntungkan Korea Utara jika Korut mendukung Indonesia. Dengan asumsi bahwa Perang Korut-Korsel meletus, dan karena Korut pernah membantu Indonesia, maka dipastikan Indonesia akan membantu Korut. 
Namun kaum nasionalis di Indonesia serta orang-orang anti-komunis melihat bahwa dukungan Korea Utara bisa membuat Indonesia kembali dirangkul oleh komunis. Suatu saat kaum nasionalis dan anti-komunis melihat bahwa nantinya paham komunis akan kembali bangkit. Sebagian masyarakat Indonesia tidak menginginkan dukungan negara komunis seperti Korea Utara, yang nantinya dikhawatirkan akan menjadi perpecahan kembali di masa silam antara nasionalis dan komunis (terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah). 
Di Australia, di kota-kota besar seperti Darwin, Cairns, Brisbane, Perth, Melbourne, Canberra, serta di Sydney sendiri semuanya waspada. Pergerakan militer mulai terlihat di kota-kota besar Australia. Hal tersebut menarik kecurigaan Indonesia mengingat ada pergerakan alutsista serta pengalokasian nya ke kota-kota besar tersebut. Ditambah lagi dengan basis-basis militer Amerika di Australia yang semakin intens pesawat-pesawat AS dan Australia melaksanakan operasi simulasi perang di atas wilayah udara Australia. Indonesia mulai melihat bahwa Australia ingin masuk ke kancah perang dengan Indonesia, dengan terlebih dahulu memandang bahwa Papua menjadi lokasi permainan perang terbatas dan propaganda yang strategis bagi Australia.
Australia melihat Papua sebagai pintu masuk atau gerbang utama Australia dalam usaha memainkan propaganda serta membangkitkan gerakan pemberontakan milisi Papua sebagai bagian usaha melepaskan diri dari NKRI. Sekitar 10.000 Pasukan baik dari tentara reguler maupun marinir dari Jawa segera dikirim ke Papua dan Papua Barat dalam rangka mengantisipasi adanya pemberontakan makar di Papua. Indonesia juga mengalokasikan banyak prajuritnya di pos-pos perbatasan Papua-PNG, serta menjaga ketat PT. Freeport dengan menempatkan sekitar 200 tentara. 
Memasuki bulan kedua konflik, tampaknya bola panas beralih ke kawasan Selatan Indonesia dan Australia. Indonesia-Australia berlomba-lomba menerapkan suatu strategi terbatas dimana kedua belah pihak masih menerka-nerka apa yang sebenarnya dilakukan kedua negara. Beberapa hari kemudian Australia dan Amerika mengirimkan pasukan mereka ke Dili, Timor Timur, sebagai basis pertahanan mereka. Sebanyak 3000 tentara Aussi dan 600 Tentara Paman Sam tentu saja menjadikan Timtim sebagai basis utama pasukan mereka yang nantinya akan digunakan untuk menyeberang ke Indonesia. Timtim dipandang Barat sebagai tempat strategis yang menghemat waktu dan lokasi tersebut dapat dipakai sewaktu-waktu jika perang berkecamuk.
Namun diam-diam, CIA sudah bergerak duluan. Mereka melatih milisi lokal Papua New Guinea (PNG) dan sayagnya Indonesia tidak menyadari bahwa minggu-minggu awal perseteruan Indonesia dengan Singapura, CIA diam-diam sudah menyusup ke PNG dan melatih milisi lokal disana. Tentu saja apa yang Amerika lakukan di PNG tidak diketahui pemerintah PNG, begitu pemerintah menyadari bahwa ada yang tidak beres di negaranya, semua itu sudah terlambat, Presiden PNG dibunuh oleh orang yang tak dikenal. Dan CIA terus melatih ratusan milisi lokal dan mempersenjatai mereka untuk menyeberang ke perbatasan Papua (Indonesia). Dalam waktu dua bulan yang singkat, CIA sudah berhasil mengumpulkan 3000 milisi lokal PNG, yang nantinya disusupkan ke wilayah Papua dan digunakan untuk menarik perhatian media Internasional bahwa tentang gejolak isu kemerdekaan Papua. Namun ribuan tentara Indonesia sudah disebar ke perbatasan untuk mengantisipasi pergerakan dari perbatasan, namun sayangnya berhubung wilayah perbatasan Papua yang luas, TNI tidak dapat mengcover wilayah tersebut dan akhirnya ada celah-celah perbatasan yang terbuka.
Kesempatan ini dimanfaatkan milisi lokal PNG untuk bergerak masuk. Walaupun dideteksi segera oleh militer Indonesia, tentu saja 200 tentara yang menjaga PT. Freeport tidak sebanding dengan 670 milisi bersenjata PNG. Dari 200 Tentara Indonesia yang menjaga tambang Freeport, 167 diantara mereka tewas, sisanya berhasil melarikan diri ke hutan-hutan lebat. Banyak yang melarikan diri kemudian tertangkap, dibunuh, disiksa, bahkan kepala mereka dipenggal. Kopassus segera direspon untuk segera menanggulangi mereka, di sisi lain Indonesia sudah menyiapkan sekitar 5000 tentara yang dikirim ke wilayah tambang dan pegunungan tengah Papua yang merupakan alokasi gelombang pertama. Dimana rencananya Indonesia akan mengirimkan kembali sekitar 10.000 tentara dalam gelombang kedua. 
Kopassus segera bergerak. Misi utama mereka adalah mengambil alih Freeport dan melakukan taktik gerilya dalam menumpas milisi PNG. Kopassus bergerak bersama pasukan raider menyisir lokasi hutan-hutan belantara Papua dan menemukan kepala-kepala teman mereka yang terpenggal.
Media-media Barat kembali menuduh bahwa kopassus lah dalang dibalik semua itu. Tapi bagaimana Kopassus bisa memenggal teman mereka sendiri? Media Barat mulai merekayasa cerita tentang bagaimana teman-teman mereka membelot ke milisi PNG dan Kopassus diharuskan bukan hanya untuk membunuh mereka, tetapi memenggal mereka. Berita ini sontak menjadi santapan media internasional dan lagi-lagi PBB segera menuduh bahwa Indonesia harus segera menarik Kopassus dari Papua dan PBB segera menerapkan sanksi bagi Indonesia. Indonesia merasa PBB tidak objektif dan Indonesia dengan segera menarik diri dari keanggotaan PBB. Atas dasar itulah Amerika kemudian merespon dengan lagi-lagi menerapkan embargo terhadap Indonesia dan menyerukan kepada negara-negara NATO untuk bersiap, bahwa perang akan segera dilancarkan di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. 
Kesempatan ini dimanfaatkan milisi lokal PNG untuk bergerak masuk. Walaupun dideteksi segera oleh militer Indonesia, tentu saja 200 tentara yang menjaga PT. Freeport tidak sebanding dengan 670 milisi bersenjata PNG. Dari 200 Tentara Indonesia yang menjaga tambang Freeport, 167 diantara mereka tewas, sisanya berhasil melarikan diri ke hutan-hutan lebat. Banyak yang melarikan diri kemudian tertangkap, dibunuh, disiksa, bahkan kepala mereka dipenggal. Kopassus segera direspon untuk segera menanggulangi mereka, di sisi lain Indonesia sudah menyiapkan sekitar 5000 tentara yang dikirim ke wilayah tambang dan pegunungan tengah Papua yang merupakan alokasi gelombang pertama. Dimana rencananya Indonesia akan mengirimkan kembali sekitar 10.000 tentara dalam gelombang kedua. 
Kopassus segera bergerak. Misi utama mereka adalah mengambil alih Freeport dan melakukan taktik gerilya dalam menumpas milisi PNG. Kopassus bergerak bersama pasukan raider menyisir lokasi hutan-hutan belantara Papua dan menemukan kepala-kepala teman mereka yang terpenggal.
Media-media Barat kembali menuduh bahwa kopassus lah dalang dibalik semua itu. Tapi bagaimana Kopassus bisa memenggal teman mereka sendiri? Media Barat mulai merekayasa cerita tentang bagaimana teman-teman mereka membelot ke milisi PNG dan Kopassus diharuskan bukan hanya untuk membunuh mereka, tetapi memenggal mereka. Berita ini sontak menjadi santapan media internasional dan lagi-lagi PBB segera menuduh bahwa Indonesia harus segera menarik Kopassus dari Papua dan PBB segera menerapkan sanksi bagi Indonesia. Indonesia merasa PBB tidak objektif dan Indonesia dengan segera menarik diri dari keanggotaan PBB. Atas dasar itulah Amerika kemudian merespon dengan lagi-lagi menerapkan embargo terhadap Indonesia dan menyerukan kepada negara-negara NATO untuk bersiap, bahwa perang akan segera dilancarkan di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. 

Bentuk propaganda Barat terhadap pasukan elit Kopassus Indonesia jelas menjadi santapan yang "lezat" bagi Barat. Media dapat merekayasa semau mereka tanpa publik tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ini seperti halnya Mossad yang bekerjasama dengan CIA yang menyiapkan panggung sandiwara besar, yang mereka mainkan di Irak dan Suriah. Contohnya kasus penangkapan James Foley, jurnalis Amerika yang hilang di Suriah pada 2012 dan ditangkap ISIS lalu dipenggal hidup-hidup. Yang janggal adalah bagaimana ISIS dengan cerdik menyiapkan panggung studio "pemenggalan" sebagus mungkin dengan pencahayaan dan sorot kamera yang bisa disebut profesional. Tentu saja ISIS tidak mungkin dapat menguasai teknik pencahayaan, kamera, serta teknik-teknik fotografi yang dilakukan didalam studio dimana mereka memenggal James Foley tanpa bantuan dari CIA, bisa dikatakan mustahil. Operasi ini merupakan jenis operasi favorit CIA yang mayoritas warga dunia tidak mengatahui. Ciri-ciri kasus pemenggalan warga negara Barat yang dilakukan ISIS dan termasuk rekayasa atau dipakai sebagai alat propaganda Barat bisa dilihat dari tidak utuhnya video yang diupload ISIS ke media. Biasanya, ISIS memenggal kepala orang lalu meng-upload video tersebut secara utuh. Namun karena kepentingan global yang lebih luas, biasanya kasus-kasus pemenggalan tertentu (bukan pemenggalan jalanan ISIS tetapi pemenggalan ISIS di studio dengan pencahayaan yang bagus), merupakan kepentingan global ISIS dan Amerika secara lebih luas. Dan pola-pola operasi intelijen rahasia dimana CIA bekerjasama dengan ISIS bisa dilihat dari para korban yang dipaksa untuk mengenakan kaos orange. Jika anda melihat ada pola-pola pemenggalan yang video nya disensor, atau para korban yang dipenggal mengenakan kaos orange, tentu itu merupakan operasi intelijen CIA. Karena misi CIA didalam video pemenggalan tersebut bukan darah atau betapa brutalnya ISIS memenggal mereka, tetapi CIA (dalam hal ini ISIS) ingin menyampaikan pesan kepada dunia khususnya Amerika bahwa jangan macam-macam degan ISIS. Berbeda dengan kasus-kasus pemeggalan jalanan ISIS kepada para tentara Irak dimana video tanpa sensor sedikitpun dan dilakukan di jalan-jalan di kota-kota Irak dan Suriah.
Itu hanyalah contoh nyata bagaimana CIA memainkan sandiwara mereka di saat ribuan warga dunia sedang dimanjakan dengan berselfie ria, berfoya-foya, bersenang-senang dalam kebodohan dan cinta buta, serta diantara mereka hanya mementingkan materi dan duniawi. Lama-kelamaan orang-orang hedonisme kemudian "buta" akan apa yang terjadi di dunia ini. Mereka apatis terhadap perang karena tidak mengerti apa yang terjadi. Orang-orang dunia seperti domba yang diberikan rumput yang baik dari orang yang tidak dikenal, tetapi domba tersebut memakan rumput hijau tersebut tanpa bertanya darimana rumput itu berasal dan mengapa orang asing memberikan rumput kepada saya? Kemana majikan saya? Rumput dan domba itu ibaratnya mayoritas orang sekarang dimana menerima "mentah-mentah" apa yang ada dihadapan mereka tanpa berpikir dua kali darimana rumput ini berasal, dan melupakan agenda tersembunyi orang asing tersebut.
Katakanlah di tahun 2022, ISIS sudah berhasil dihancurkan oleh Rusia. Hal itulah yang membuat Amerika marah, karena Amerika berkepentingan untuk lebih lama mengembang-biakkan ISIS untuk mengacaukan situasi di Irak dan Suriah. Rusia yang sudah mencium agenda CIA di Suriah dan Irak tidak mau dibodohi dengan berita-berita mainstream begitu saja. Mereka menghancurkan apa yang harus dihancurkan, menghancurkan apa yang telah dikembangkan Amerika, tanpa adanya rekayasa apapun.

Sedangkan masalah di Pasifik, Jepang sebenarnya mulai terancam dengan kekuatan militer Indonesia. Jepang khawatir masalah Singapura-Indonesia dan Australia-Indonesia akan mulai merambat ke babak baru peperangan. Setelah berunding dengan otoritas senior AS, Jepang mulai banyak melakukan latihan militer gabungan di dekat wilayah mereka dan terkadang pesawat-pesawat mereka secara diam-diam menerobos wilayah udara di atas wilayah Laut Cina Selatan. 
Melihat gelagat buruk Jepang, Cina tidak tinggal diam. Cina yang di tahun 2020 sudah menyulap satu pulau di Laut Cina Selatan menjadi basis militer dengan menempatkan pangkalan udara mereka otomatis tidak akan terkecoh dengan permainan Jepang dan Amerika. Yang dipandang Cina akan dapat memperkeruh suasana. Cina juga melihat kesempatan untuk mendukung Indonesia, dimana di tahun 2020 Indonesia sudah dibanjiri oleh produk-produk murah-berkualitas asal Cina dan banyak investor Cina menanamkan modalnya di Indonesia. Cina harus bergerak cepat untuk dapat merebut dukungan Indonesia, dengan misi sebenarnya untuk mendukung Cina dalam mempertahankan Laut Cina Selatan yang sedang disengketakan. Para pengamat Indonesia sebenarnya sudah tahu bahwa Cina sangat berkepentingan mendapatkan dukungan dari Indonesia untuk menyeret Indonesia menjadi sekutu terdekat cina dalam ajang sengketa Laut Cina Selatan, namun berhubung Indonesia masih diisi oleh para pejabat korup dan pejabat-pejabat yang gila harta dan materi, situasi tersebut tidak secara cerdik dipandang Indonesia secara serius. Para pejabat Indonesia masih saja sibuk saling sikut-menyikut antara partai satu dengan partai lainnya, para "petugas partai" masih terlibat korupsi dan semuanya tidak melihat rakyat sebagai prioritas utama. Imbasnya, di tahun-tahun mendatang di tahun 2030-2050, Akan terjadi gap yang sangat besar antara si kaya dan si miskin. J
ika hal itu tidak diatasi saat ini, maka rakyat yang miskin mudah sekali termakan provokasi, ditambah lagi banyak dari mereka tidak berpendidikan dan pengangguran. Untuk itu Indonesia memerlukan Presiden yang hebat. Berhubung Amerika (sejak era Soekarno) tidak menginginkan Indonesia dipimpin pemimpin hebat, maka Amerika selalu mencari cara agar mendapatkan pemimpin Indonesia yang pro-Amerika agar Indonesia bisa terus "menyusu" kepada Amerika. Sedangkan Rusia yang cemburu sekaligus kasihan terhadap Indonesia, tidak dapat berbuat banyak lantaran banyak dari pejabat kita lebih sibuk mengurusi partai dan korupsi (terlepas dari masalah militer). 
Malaysia melihat bahwa hubungan Cina dan Indonesia yang semakin dekat tentu membahayakan. Dimana Malaysia juga sudah sangat menyadari potensi kekuatan militer Indonesia jika seandainya perang pun pecah. Meski banyak negara eropa Barat bergabung dengan NATO dan mendukung Amerika sepenuhnya jika perang pecah di kawasan pasifik, namun lain halnya dengan Jerman.

Sejak insiden memalukan penyadapan NSA dan CIA terhadap intelijen Jerman dimana NSA menyadap perangkat komunikasi pejabat negara Jerman, Jerman mulai skeptis terhadap Amerika dan tidak gegabah mengirimkan Tentara mereka untuk bergabung dengan NATO di wilayah Pasifik. Amerika mengetahui bahwa sejak insiden penyadapan NSA itu, hubungan AS-Jerman didepan layar adem-anyem, namun dibelakang kedua negara tidak saling mempercayai. Terlebih karena sikap egois Amerika yang menyadap, bahkan negara-negara sekutu mereka sendiri. Ketidakpercayaan Jerman terhadap sikap egoisme Amerika dibayar mahal dengan Jerman yang bergabung ke poros Kiri (Rusia dan Cina), namun tidak semua mayoritas Jerman setuju dengan hal itu. Jerman pun kembali pecah menjadi dua- Jerman Barat (mendukung AS) dan Jerman Timur (mendukung Rusia), situasi konflik di Jerman pun pecah dan konflik meletus seperti halnya konflik di Ukraina. Jerman harus segera memilih antara Amerika atau Rusia, sedangkan di sisi lain rakyat Jerman pun pecah menjadi dua dan situasi Jerman menjadi mencekam. 
Di Indonesia, Kopassus dipuja rakyat dan rakyat sepenuhnya mendukung TNI, tetapi tidak bagi media internasional. Di tengah hinaan terhadap kopassus yang dihembuskan media-media mainstream Barat tersebut, sebenarnya Amerika sedang berada diambang kebingungan. Amerika harus memilih mendukung Indonesia atau berperang dengan Indonesia? Dimana kedua pilihan itu tidak mudah. Jika Amerika mendukung Indonesia, berarti Amerika mengabaikan Singapura dan itu berarti Amerika memerangi Singapura dan Australia? Jika Amerika memerangi Indonesia, itu berarti Perang di kawasan Asia Tenggara tidak terbendung lagi dan hal itu berimbas kepada rusaknya hubungan baik antara Amerika dan Indonesia.
Faktor lainnya adalah jika Amerika memerangi Indonesia, otomatis Rusia tidak akan tinggal diam dan perang pun jadi meluas. Amerika khawatir perang pasifik akan dapat meluas menjadi perang di kawasan Eropa. Bahkan majalah TIMES menerbitkan sebuah judul berita kontroversial; Indonesia; Enemy or Ally?" (Indonesia; Musuh atau teman?). Para pakar militer di Amerika sendiri tidak menganjurkan Amerika berperang ke Indonesia, bukan masalah Amerika takut terhadap Indonesia, tetapi lebih kepada keretakan hubungan dan perang berkelanjutan di pasifik yang tentu akan membuat Rusia dan Cina bergerak mendukung Indonesia.
Hal itu dipahami betul oleh Amerika, di saat yang sama CIA sudah terlanjut menggerakkan para milisi PNG dan merebut simpatisan OPM untuk mendukung perjuangan Papua untuk lepas dari Indonesia. Namun dalam minggu-minggu selanjutnya, militer Indonesia berhasil menumpas seluruh milisi PNG yang menyeberang ke Papua serta para simpatisan OPM yang dipersenjatai milisi PNG. 
Australia tentu saja tidak senang dengan hal itu, itu berarti rencana mereka di Papua gagal. TNI sudah bersiaga penuh di perbatasan, di kota-kota di Papua, serta mencurigai para jurnalis asing yang biasanya meliput dan menuliskan tulisan sesuka hati mereka. Pergerakan pasukan sangat terlihat di pulau Jawa, dan di Jakarta, tank-tank berkeliaran dimana-mana, menarik dukungan rakyat sekaligus mengintimindasi lawan. Di Australia sendiri, Amerika telah mengirimkan 10.000 Tentara mereka, beserta pasukan khusus Navy SEAL, Ranger, USMC (Marinir), serta Green Berets yang merupakan pasukan elit terbaik Amerika. Australia kebingungan, takut jika perang pecah, Indonesia akan segera menginvasi Australia. Atas ketakutan itu, Amerika menyakinkan Australia bahwa tidak perlu takut terhadap Indonesia, dan Amerika akan membantu Australia dengan mengirimkan banyak pasukan dan pesawat tempur mereka. Pasukan khusus SAS Australia juga secara intensif terus menajamkan kemampuan perang mereka dan melakukan latihan gabungan dengan pasukan elit Amerika.

Di saat situasi yang semakin gawat itu, rakyat Indonesia segera mendukung diberlakukannya wajib militer. Presiden segera mengesahkan UU dan militer segera menerapkan wajib militer secepat mungkin (dengan asumsi bahwa di tahun 2020 pun Indonesia masih belum diberlakukan wajib militer). Anggaran Wamil segera didiskusikan dan kurang dari setahun Wamil selesai dilaksanakan. 
Rusia yang tidak ingin ketinggalan panggung perang lalu menawarkan Indonesia sebuah penawaran dengan persyaratan. Rusia ingin membantu Indonesia dengan mengerahkan pasukan darat mereka dengan balasan bahwa Indonesia diharuskan membeli pasokan gas dari Rusia, tentunya dengan penawaran harga gas yang murah dan menggiurkan, sebagai cadangan energi Indonesia jika perang berkecamuk. Indonesia kaya akan cadangan gas alamnya, namun di tahun 2020 kemungkinan 45-50% pasokan Migas masih dipasok dari luar. Untuk itulah Indonesia mengambil kesempatan untuk membeli gas murah dari Rusia, ditambah Indonesia akan mendapatkan bantuan pasukan dari Rusia. 
Di Singapura, sikap anti-Indonesia semakin tidak terbendung. Singapura mengungkit-ungkit masalah kabut asap yang berasal dari Indonesia yang dianggap menganggu sektor pariwisata Singapura. Singapura juga mengingat betapa Indonesia berani memasang nama 'Usman Harun' sebagai nama KRI. Di sisi lain, Singapura tidak menginginkan perang, melihat bahwa jika perang berlangsung, Singapura dikepung dari segala arah dan kemungkinan besar dalam beberapa minggu perang Singapura akan terkalahkan. Malaysia lalu mengatakan kepada Singapura; "Tenang saja, Kami (Malaysia) akan membantu kalian. Kalian tidak usah takut." Mendengar hal tersebut, Singapura menjadi sedikit lebih tenang. Namun masih khawatir akan besarnya kekuatan militer Indonesia. Amerika lalu memasok alat-alat militer berat dan pasukan NATO mulai dialokasikan di Singapura melalui daratan Malaysia. Kurang lebih sekitar 5000 pasukan NATO ditempatkan di Malaysia dan sewaktu-waktu akan dialokasikan ke Singapura.
Di Indonesia, Amerika berniat memecah-belah rakyat Indonesia dengan cara menghembuskan kembali isu komunisme. Isu komunisme ini sangat sensitif dan biasanya militer langsung menghujat komunis dengan citra negatif dan memerangi mereka sehingga hal itu dipandang CIA sebagai jalan masuk yang efektif untuk memperkuat kembali paham komunisme dan mempersenjatai rakyat, lalu mengadu domba sesama rakyat. Hal tersebut cukup ampuh mengingat banyak warga Indonesia mudah sekali terhasut, ditambah lagi kebencian terhadap komunisme di Indonesia semakin meguat. Sebenarnya rakyat Indonesia jangan mudah terhasut dengan komunisme. Karena di masa mendatang, komunisme dipakai sebagai jalan ampuh bagi operasi intelijen asing, sedangkan kemampuan counter-intelligence Indonesia masih berada dibawah rata-rata (kemampuan Intelijen dalam menangkal operasi intelijen asing).
Dalam 20-30 tahun mendatang apabila Indonesia masih dipimpin oleh Presiden yang tidak hebat (hebat dalam artian yang sebenarnya; Bung Karno) dan tidak cerdik dalam memainkan percaturan politik nasional dan internasional, Indonesia dipastikan akan menjadi bulan-bulanan permainan asing dalam eksplorasi hasil tambang dan mineral, serta masuknya para investor asing yang kebablasan yang menyebabkan "asing" semakin kuat di Indonesia (dalam artian nasib Indonesia ada di tangan mereka atau Indonesia banyak bergantung dari mereka). Indonesia jelas akan menjadi korban Perang Asimetris yang semakin mengkhawatirkan. Generasi muda Indonesia semakin terjebak dalam jurang seks bebas dan semakin kehilangan arah. Indonesia pun tidak kunjung menerapkan Wajib Militer, padahal wacana ini sudah diusulkan sejak lama. 
Ketika perang dengan Singapura atau dengan Australia, dalam jangka panjang Indonesia jelas akan mengalami banyak kerugian. Namun rakyat melihat bahwa perjuangan harus terus diperjuangkan walaupun kerugian yang dialami sangat besar (kerugian dari sisi anggaran perang dan keterbatasan energi). 
Menurut hemat saya, CIA sangat mudah sekali menerobos masuk menyusup melakukan operasi seperti operasi-operasi intelijen di Indonesia, dan keluar dengan tangan bersih tanpa diketahui masyarakat Indonesia. Jika Australia menginginkan Indonesia mengalami kekacauan dan ingin membuat Indonesia kehilangan Papua, otomatis CIA akan bermain di Papua bersama dengan Australia. Asumsi saya, CIA akan mempersenjatai simpatisan serta anggota OPM, atau paling tidak warga Papua yang ingin lepas dari NKRI. Sangat mudah sekali CIA mempersenjatai mereka. CIA tidak serta merta mempersenjatai, tidak sesederhana itu. CIA harus mengambil kambing hitam untuk dipersalahkan atas siapa yang mempersenjatai OPM. Nah, disinilah CIA harus cerdik memainkan "kartu AS" mereka. Menurut saya, CIA pasti mencari oknum-oknum tentara Indonesia yang "kurang loyal" dan "menginginkan uang" melebihi pengabdiannya kepada NKRI. Oknum TNI yang tidak loyal itu tentu saja sangat tergiur dengan uang dan berharap bahwa ia bisa keluar dengan tangan bersih. Oknum TNI tersebut nantinya akan dimanfaatkan CIA sebagai dalang atas masuknya ribuan senjata ke Papua.
Kemungkinan operasi semacam itu sangatlah mungkin terjadi mengingat nantinya TNI lah yang disalahkan oleh dunia internasional. Lalu, yang ada dibenak kita? Apa jawaban oknum TNI jika ditanya mengapa ia menjadi dalang pemasok utama senjata ilegal untuk mempersenjatai OPM dan melakukan makar di tanah Papua? Tentu saja jawabannya mudah, pasti akan dijawab; "Saya tidak ingin rakyat Papua menderita lebih lama lagi dan saya ingin membebaskan mereka dari belenggu praktek kolonial yang dilakukan Indonesia. Cerita diatas bukanlah fakta dan tidak melebih-lebihkan. Cerita diatas merupaka opini pribadi saya tentang bagaimana operasi intelijen nomor satu dunia bekerja, sangat mudah sekali. Untuk itu bagi TNI, yang harus dilakukan untuk menangkal operasi intelijen semacam itu bukan dengan latihan yang keras atau kemantapan disiplin atau meningkatkan operasi Kopassus, melainkan kesejahteraan dan "perhatian" yang dicurahkan kepada prajurit di lapangan, terutama bagi prajurit yang bertugas di perbatasan-perbatasan luar Indonesia. TNI harus bertindak untuk mensejahterakan mereka, membuat hunian pos yang layak bagi prajurit di perbatasan, serta meningkatkan pengamanan pulau-pulau terluar dan wilayah yang rawan disusupi senjata-senjata ilegal. 
Perkiraan saya, Rusia tidak akan mengirimkan pasukan darat ke Indonesia jika kita asumsikan bahwa Rusia ingin membantu Indonesia.

Mengingat jarak yang jauh dan perjalanan yang melelahkan, hal itu kecil kemungkinannya. Belum lagi Amerika sudah pasti akan memblokir kapal-kapal pengangkut marinir Rusia dan kapal-kapal perang Rusia untuk masuk ke wilayah Indonesia dengan menutup jalur utama Laut Cina Selatan. Basis-basis militer Amerika di Singapura, Filipina, akan semakin meningkatkan armada laut dan udara mereka, serta meningkatkan aktivitas drone siluman mereka dan menerbangkan pesawat siluman Bomber mereka yang bisa terbang sangat tinggi (Northop B-2 Spirit). Kemungkinan akibat blokade yang dilakukan AS di Laut Cina Selatan, kapal-kapal perang Rusia mau tidak mau harus terlibat perang laut disana. Cina tidak mau tinggal diam saja dan segera mengirim kapal-kapal perang mereka untuk mengusir blokade Amerika. Intensitas yang tinggi di Laut Cina Selatan membuat Cina dan Rusia masuk ke gelanggang perang dengan bertempur melawan kekuatan AS yang berada di pangkalan wilayah pasifik.
USMC dan Navy SEAL menjadi keuntungan tersendiri bagi Amerika. Di saat yang sama dimana intensitas konflik Laut Cina Selatan meningkat, tim observer dari NAVY SEAL mempelajari wilayah lepas pantai mana yang sangat mungkin untuk dijebol, wilayah pesisir laut Indonesia mana yang tidak dijaga militer. Berminggu-minggu tim demolition NAVY SEAL memperhatikan perkembangan alokasi pasukan militer Indonesia dan mereka mendapatkan banyak celah masuk bagi pendaratan pasukan reguler. Namun, Amerika mengulur-ulur waktu dan tidak terburu-buru dalam melakukan invasi ke Indonesia, yang sebenarnya menjadi kontroversi dan perbicangan hangat di rakyat Amerika sendiri. Amerika tentu tidak ingin kegagalan terulang kembali seperti konflik yang pernah terjadi di Vietnam, serta kegagalan Amerika di Irak. Indonesia pasti akan menjadi mimpi buruk bagi Amerika, dan akan menjadi kuburan-kuburan massal Tentara Amerika jika Amerika memaksakan melakukan suatu invasi melalui pesisir pantai dan melakukan pertempuran darat secara terbuka.
Belum lagi Amerika memikirkan bahaya bahwa Perang Semesta jelas akan menjadi strategi perang yang berbahaya bagi pasukan darat dan akan memakan banyak korban. Indonesia sudah pasti akan memanfaatkan strategi perang semesta dengan melibatkan rakyat dalam perjuangan Indonesia melawan invasi Amerika. Jika wajib militer selesai dirampungkan dan Total Warfare diterapkan, jutaan "sukarelawan perang" pasti menjadi suatu kekuatan bagi TNI dalam memenangkan perang. Rakyat pasti akan bersatu melawan bentuk invasi militer apapun. Meskipun tim observer NAVY SEAL sudah mempelajari celah-celah masuk melalui laut lepas, Amerika tidak ingin begitu saja masuk dan mengorbankan banyak tentara mereka seperti yang terjadi di Normandy ketika pasukan AS melakukan invasi melalui lepas pantai Perancis dalam usaha mereka mengalahkan Nazi Jerman. 
Yang terlebih dulu dilakukan Amerika untuk mengalahkan Indonesia yakni; 1. Melakukan propaganda melalui media-media mainstream. (cara ini sangat ampuh seperti yang Barat mainkan di Timor Timur) 2. mempersenjatai warga sipil Indonesia yang berwatak radikal, berpotensi melakukan terorisme, atau mereka yang anti-nasionalis. 3. Menuduh Indonesia melakukan pelanggaran HAM di Papua. 4. Menuduh Indonesia serta menjelekkan militer kita dengan membeberkan fakta bahwa TNI lah yang memasok senjata ke Papua. 5. Mendesak PBB agar memberikan sanksi kepada Indonesia dan mengecam perilaku buruk Indonesia dengan mengangkat isu HAM. Dengan hal-hal semacam itu, otomatis seiring berjalannya waktu banyak pemberontakan dimana-mana dan di waktu yang sama TNI juga harus berjuang agar Papua tidak lepas baik dari "ulah bodoh pejabat negeri ini", "desakan PBB untuk melakukan referendum" maupun dari "pemberontakan massal". Ketiga hal itu nantinya akan menjadi ancaman di masa mendatang untuk bagaimana agar Papua bisa merdeka. Selama ini Papua dibiarkan tidak merdeka (oleh Amerika) karena satu alasan; Freeport. Indonesia di era-era sebelum Jokowi "terlalu bersahabat dan terlalu baik" dengan AS dan terus melakukan kontrak pembaharuan Freeport. Di era Jokowi saja dimana Indonesia sudah berani tegas menghadapi Freepot dan mengancam mereka untuk menurut kepada Indonesia (memberlakukan larangan ekspor bahan mentah ke luar, serta Freeport diharuskan membuat smelter). 
Sangat mudah sekali bagi NATO untuk masuk mengintervensi Indonesia. Sebelum Pasukan PBB masuk, Amerika terlebih dahulu memporak-porandakan Indonesia melalui keempat hal diatas tadi. Keempat hal itu sangatlah ampuh dan lama-kelamaan situasi menjadi lebih kacau dan TNI semakin berfokus untuk menghadapi pemberontakan dan makar yang terjadi dimana-mana. Kekacauan tersebut dipelajari dengan baik oleh CIA untuk bagaimana secara cerdik agensi dapat lebih memainkan teror mereka. Terorisme pun menjadi cara lain untuk mengalahkan Indonesia. CIA memasok bahan peledak dan mencari orang-orang yang radikal yang rela melakukan operasi bom bunuh diri di lokasi-lokasi strategis. Biasanya orang-orang semacam ini sudah terlanjur radikal dan menganggap bahwa bom bunuh diri adalah suatu jalan ke Surga dan suatu solusi agar cepat bertemu dengan Bidadari.
Ini menarik, berarti orang-orang yang melakukan bom bunuh diri adalah orang-orang yang ingin segera bertemu dengan bidadari, bukan bertemu dengan Tuhan? Sebuah kekonyolan dan kesalahan persepsi tentang jihad.
Dengan Perang Asimetris dan cara-cara Amerika untuk menjatuhkan Indonesia. Besar kemungkinan kekacauan akan merebak, dan perang bukanlah solusi untuk mengalahkan kekacauan. Mungkin iya perang bisa digunakan untuk mencegah pemberontakan atau menetralisir suatu kekuatan makar di lokasi tertentu, tetapi korban jiwa akan bertambah banyak dan mata dunia selalu mengawasi perkembangan di Indonesia.  (abdu rozaqi)
Diposting oleh Zidex (Sidiq Aulia) di 19.36 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 27 Maret 2018

Muhammadiyah Gugat PKS

Indonesia seakan mendapat siraman air mineral dan hembusan udara segar dengan munculnya gerakan dakwah pada level atas (baca: pemerintahan). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan sayap politik kaum tarbiyah dapat begitu cantik memainkan perannya selama ini. Tak ayal, sambutan hangat dan respon positifpun mengalir dari masyarakat untuk mendukung partai yang seumur jagung ini. Ada yang unik dalam lika-liku perjuangan yang dilalui oleh PKS selama ini. Jika pada umumnya parpol (partai politik) yang bertengger di papan atas adalah syarat dengan sejarah panjang dan dukungan orang besar, maka PKS justru sebaliknya. Taruhlah misalnya, Golkar yang sudah berumur puluhan tahun, bahkan sempat berkuasa selama kurang lebih 32 tahun. PDIP juga demikian, sosok seorang Megawati yang merupakan putri presiden pertama RI juga begitu mudah menarik simpati khlayak umum karena sejarah panjang orang tuanya. Begitu juga PKB dan PAN yang mendapat suara dengan mudah karena lahir dari para peng- gede dua ormas terbesar indonesia; NU dan Muhammadiyah.
PKS, siapa yang kenal orang-orang seperti Hidayat Nur Wahid, Salim Seggaf, dan mendiang K.H Rahmat Abdullah sebelum gema suara PKS melengking di ranah indonesia?. Kemunculan gerakan dakwah parlemen ala PKS adalah hasil dari kesadaran mayoritas kaum tarbiyah akan urgensi dakwah di papan atas. Penjiplakan model rekrutmen anggota dan simpatisan dari cara/ model gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir, menjadikan gerakan ini begitu cepat tersebar luas di seluruh belantara Indonesia. Ada hal yang sangat menarik, kalau kita perhatikan dari lika-liku gerakan PKS ini. LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang mayoritas diperankan oleh kaum tarbiyah, merupakan nilai plus buat eksistensi PKS itu sendiri. Sekalipun dalam langkah awal LDK tidak terkait dengan gerakan politik, namun di saat PKS dilahirkan, LDK dapat dikatakan akar kuat yang setidaknya menjamin PKS yang bergerak di papan atas tetap eksis. Dengan merekrut generasi mudah yang potensial di kalangan kampus, bisa kita katakan kejayaan nama PKS tinggal menunggu hari saja.
Tidak dapat kita pungkiri, bahwa yang akan memimpin laju roda negara ini di masa yang akan datang adalah generasi muda saat ini. Pepatah arab mengatakan:“Syabaabunal Yaum Rijaalunal Ghod”(Pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan). Cara perekrutan semacam itu merupakan cara yang sangat brilian. Kalau boleh saya kaitkan dengan kajian sastra arab, dalam rekrutmen anggota dan simpatisannya, PKS mempunyai keistimewaan “Baro’atul Istihlaal” (langkah awal yang bagus).
Akan tetapi permainan PKS yang dipandang cantik dan sangat terorganisir itu, tidak menutup cela untuk dikritisi. Muhammadiyah, salah satu ormas terbesar indonesia merasa terusik eksistensinya dengan menyelundupnya model dan gaya dakwah kaum tarbiyah PKS ke dalam tubuh Muhammadiyah. Perasaan kurang sreg(terusik) itu dituangkan oleh salah seorang pembesarnya yang bernama Haedar Nashir dalam bukunya “Manifestasi Gerakan Tarbiyah, Bagaimana Sikap Muhammadiyah?”. Kalau sedikit kita cermati buku kecil ini, maka di situ kita akan dapatkan betapa Haedar sangat mengkhawatirkan para kadernya kehilangan sense of belonging kepada Muhammadiyah. Oleh sebab itu, dengan segenap kemampuannya Haedar berusaha untuk “menyadarkan” kembali pada kader Muhammadiyah yang sudah terlanjur jatuh cinta pada PKS. Sudah menjadi kaidah baku umum kiranya jika sebuah kelompok yang baru muncul kerap kali dengan sikap semangat ekspansif (semangat memperluas anggota dan ajaran) yang meledak-ledak. Hal inilah yang sangat dikhawatirkan Haedar dalam bukunya tersebut. Bahkan dia menyebutkan, jika ajaran PKS (dalam bahasa dia: paham islam lain) telah merisaukan sejumlah daerah yang mayoritas berbaju Muhammadiyah. Kerisauan inipun sudah sampai pada taraf pada kader yang sudah dipercaya untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah. Bahkan dengan berani Haedar membahasakan ideologi kaum tarbiyah dengan “Virus yang berhaya”.Untuk lebih jelas, mari kita simak potongan paragraf dari buku itu!
“Karena itu jika ada sebagian kalangan di dalam Muhammadiyah menganggap Ideologi Tarbiyah sebagai bukan “Virus” yang berbahaya, boleh jadi penglihatannya sangat terbatas pada melihat sisi normatif atau pada tataran “teks” belaka. Lebih sempit lagi manakala pandangan “positif” seperti itu dikaitkan dengan reaksi terhadap pihak-pihak yang selama ini banyak mempersoalkan kehadiran ideologi Tarbiyah atau paham serta kepentingan partai politik di dalam lingkungan Muhammadiyah dengan tudingan menyebarkan paham “liberal”, sambil membela dan membenarkan ideologi Tarbiyah”(lih: hal: 43-44).
Lebih lanjut, Haedar menjelaskan lebih detail mengenai perbedaan mendasar Muhammadiyah dengan PKS. Di antara permasalah tersebut adalah permasalah klasik yang selalu menjadi dinding persetruan antara Muhammadiyah dengan rival tuanya; NU. Permasalah itu seperti, tawassul, yasinan dll. Dalam hal ini Haedar berkata:
“Jika ditanya adakah perbedaan paham Tarbiyah/ PKS dengan Muhammadiyah, hal itu dapat dijawab jelas ada perbedaan dengan Muhammadiyah. Sebagaimana temuan penelitian Gerakan Islam yang mengaku alternatif ini dalam praktiknya dapat membenarkan tawassul, mempraktikkan yasinan untuk kepentingan menarik simpatik umat, mempraktikkan ruqyah, yang tidak dilakukan Muhammadiyah” (lih: hal: 48-49).
Saya tidak akan mengomentari secara terperinci dua ungkapan Haedar di atas, dan saya biarkan para pembaca untuk mencerna dan memberikan kesimpulan sendiri.
Dalam sistem penulisan buku kecil inipun Haedar selalu memakai alur “Tsunaiyah”(dualisme) dalam mensikapi keberadaan kaum tarbiyah. Sebagai salah satu contoh; dia tidak melarang siapapun masuk ke dalam barisan tarbiyah (PKS) karena itu adalah hak setiap orang, dan tidak seorangpun boleh membatasinya. Namun sebuah ungkapan yang bagus itu diikuti dengan ketidak bolehan kelompok lain (maksudnya PKS) untuk ekspansi ke dalam tubuh Muhammadiyah. Gaya penulisan model dualisme semacam ini kental sekali mewarnai buku kecil itu dari bab awal sampai pada kesimpulan. Bahkan nuansa“ashobiyah ‘umya” (kefanatikan buta) sangat kental mewarnai setiap paragraf dalam buku ini. Ironisnya, buku itu justru ditutup dengan wasiat K.H Ahmad Dahlan (entah benar apa tidak) bagi segenap kadernya yang berbunyi: “Hendaklah kamu jangan sekali-kali menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain”. Selama ini, saya tidak pernah menjumpai sebuah sikap yang lebih fanatik dari perkataan di atas.
Bagaimanakah Seharusnya Menyikapi PKS?
Kehadiran PKS di tengah-tengah masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu di risaukan. Karena spirit keagamaan yang disandang PKS adalah semangat kebersamaan dan kesatuan. Artinya, modal dasar PKS dalam melangkahkan kakinya di tanah air adalah menyatukan kembali umat ini dalam satu bendera “ukhuwah islamiyah”. Kadang saya heran, adakah tujuan yang termulia dalam ranah dakwah selain “ukhuwah”???. Kejayaan islam abad awal hijriah yang lanngsung dikomandani oleh Sayyiduna Rasulullah tidak terlepas dari kuatnya ikatan persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshor. Dengan cara itulah kekuatan islam di abad awal dapat begitu menakjubkan yang pada akhirnya dapat menaklukkan kota Makkah yang lebih kita kenal dengan “Fathu Makkah”.
PKS mempunyai spirit “yajma’ wala yufarriq” (menyatukan tidak memecah-belah). Sebuah spirit yang sangat mulia menurut kamus pribadi saya. Bahkan yang lebih penting untuk diacungi jempol, PKS dapat menjamah area dakwah yang selama ini termajinalkan oleh kelompok dakwah yang lain; tanpa terkecuali Muhammadiyah. Sedikitnya sudah saya singgung di atas, bahwa LDK yang sekarang berkembang pesat di kalangan kampus merupakan hasil jerih payah para kader PKS. Kita tidak bisa menutup mata akan urgensitas dakwah di kalangan kampus. Pergaulan bebas, narkoba, tawuran dll acap kali berkembang subur di area perkampusan. Oleh sebab itu, kehadiran LDK sangat memberikan nilai positif guna mengimbangi bahkan mengajak mahasiswa untuk tetap pada rel nilai-nilai keislaman yang luhur.
Nah, dari sedikit paparan singkat di atas, setidaknya kita harus berpikir ulang untuk menembak sasaran kritik terhadap PKS dengan tepat dan cerdas. Sekali lagi saya tekankan, bahwa PKS sama sekali tidak sempurna sehingga harus lepas dari kritik. Akan tetapi kritikan yang kurang tepat justru akan semakin menambah lagi daftar saingan dalam list rival dakwah. Juga tidak saya pungkiri bahwa dalam tubuh PKS masih terjadi apa yang sering kita sebut sebagai “ashobiyah” (fanatisme). Sejatinya demikian, dapat kita pastikan di dunia ini tidak ada satupun kelompok yang tidak terjangkit penyakit ini. Biasanya, kefanatikan itu muncul dari para simpatisan yang awam kalau tidak bisa saya katakan bodoh. Orang awam ini selalu kita jumpai dalam setiap kelompok yang ada di dunia ini. Ini merupakan sunnatullah yang tidak dapat ditolak. Akan tetapi untuk mengukur sampai mana dan sebesar apa penyakit “ashobiyah” ini menjangkiti sebuah kelompok, maka kita lihat penuturan para punggawanya (pembesarnya). Jika kefanatikan itu sudah merongrong jiwa para atasannya, maka bisa dipastikan golongan awam di bawahnya lebih fanatik dari itu.
Terakhir, saya ingin katakan bahwa tulisan ini bukan untuk menjatuhkan martabat Muhammdiyah atau mendukung PKS secara utuh. Akan tetapi lebih kepada ajakan dialog bagi para pembaca dalam mensikapi kelompok tertentu. Setiap kelompok dakwah islam mempunyai hak untuk selalu eksis dalam tanah air tercinta, selagi kelompok tersebut tidak membawa paham yang menyesatkan. Hormat-menghormati sangat dibutuhkan oleh setiap kader kafilah dakwah manapun untuk mewujudkan izzul islam wal muslimin. Wallahu a’lam Bis Showab. Semoga bermanfaat.


* M. Hidayatulloh*
Diposting oleh Zidex (Sidiq Aulia) di 22.10 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 22 Maret 2018

Kecerobohan hitler pada perang dunia II

Kekalahan Jerman di dalam Perang Dunia Ke 2 sebagain besar (secara ironi) justru disebabkan oleh keputusan-keputusan Hitler sendiri. Hal tersebut diakibatkan karena Hitler terlalu mengikat negaranya dan terlalu mengambil keputusan-keputusan penting bahkan keputusan militer. Sayang sekali Hitler tidak mempunyai kekuatan sebesar itu untuk mengontrol seluruh aspek di dalam negaranya. Berikut ini adalah 5 kesalahan Hitler selama Perang Dunia ke 2: (sumber. Aliansyah)
1. Pengepungan Dunkirk
Penyerangan Jerman ke Perancis pada April 1940 nampak begitu menjanjikan. Pertahanan sekutu sepanjang perbatasan Belanda, Belgia dan Luxemburg runtuh hanya dalam hitungan hari. Pasukan dari ketiga negara itu mundur ke garis perbatasan baru, yaitu di sepanjang garis marginot lini di Perancis. Di sana, bala bantuan Inggrispun telah siap. Total, Inggris mengirim lebih dari dua ratus ribu pasukan ke Perancis. Sehingga membuat kekuatan gabungan sekutu berjumlah lebih dari 1,7 juta manusia. Jauh lebih besar dari pasukan Jerman yang diperkirakan hanya berjumlah 1.2 juta manusia.
Pengepungan Dunkrik (Sumber : Wikipedia)
Pengepungan Dunkirk
(Sumber : Wikipedia)
Terdapat lebih dari tiga ratus ribu pasukan yang terkurung di Kota kecil Dunkirk. Pasukan itu adalah kumpulan dari Pasukan Inggris, Perancis, Belgia, sebagian kecil Belanda, Luxemburg dan Polandia. Tidaklah jelas keputusan Hitler untuk menghentikan serangan di Dunkirk. Namun karena keputusannya inilah, tiga ratus ribu tentara sekutu berhasil lolos ke tanah Inggris. Inggris memprioritaskan penggungsian ini dengan mengirim ribuan kapal (sebagian besar merupakan kapal nelayan dan komersial) untuk menyelamatkan pasukan yang telah terdesak ini.
Proses Evakuasi Dunkrik Yang Kacau dan Kalang Kabut
Proses Evakuasi Dunkirk Yang Kacau dan Kalang Kabut
Apapun alasan Hitler, pertempuran Dunkirk adalah menjadi sebuah blunder Hitler yang pertama dan paling buruk sepanjang pertempuran. Tiga ratus ribu pasukan sekutu yang terdiri dari Inggris, Perancis, Polandia dan Belgia itu kemudian mampu menjadi bibit untuk pengembangan sekutu di masa mendatang. Pasukan inilah yang kemudian mengalahkan Rommel di Afrika Utara, pasukan ini juga yang berhasil mendepak Jerman dari Italia, mereka pulalah pasukan yang diterjunkan di Perancis Utara saat Operasi Normandy pada tahun 1944. Barangkali hal itu tidak terjadi atau setidaknya sulit terjadi jika pasukan yang terkepung di Dunkirk itu tidak lolos. Namun apa boleh buat. Keputusan Hitler yang dibuat pada Mei 1940 itu adalah bulat. Bahkan walaupun Jendral kawakan seperti Heinz Guderian menentang keras.
2. Battle of Britain
Battle of Britain atau pertempuran Inggris Raya dikenal sebagai salah satu pertempuran udara paling besar selama Perang Dunia ke 2. Battle of Britain sebenarnya hanyalah salah satu bagian dari Rencana penyerangan Hitler ke Inggris yang dikenal dengan Operasi Seelowe(Singa Laut). Operasi tersebut direncanakan akan berlangsung pada lewat pertengahan tahun 1940. Tergantung dari tanggapan Inggris terhadap inisiasi damai yang dilakukan oleh Jerman.
Rencana Jerman di Battle of Britain tahun 1940
Rencana Jerman di Battle of Britain tahun 1940
Kesalahan yang barangkali paling kentara adalah masalah VD – Victory Disease (Penyakit Kemenangan). Jerman sampai detik itu belum pernah sekalipun kalah dalam medan perang manapun. Bisa dikatakan juga bahwa Battle of Britain itu sendiri bukanlah sebuah kekalahan karena Jerman hanya gagal untuk menundukan kekuatan udara Inggris dan bukannya kalah. Kekalahan Jerman baru akan ada di babakan Perang Rusia, dua tahun kemudian di Stalingrad, hampir bersamaan dengan itu adalah kekalahan Jerman di Afrika Utara. Victory Disease menyebabkan tentara menjadi terlalu underestimates lawannya dan memandang rendah potensi kekuatan lawan. Inilah yang membuat pilot-pilot Jerman kemudian shockketika melihat pilot-pilot udara Inggris yang ternyata juga jago bertarung di udara.  
Hasil akhir Battle of Britain berakhir dengan kegagalan besar di pihak Jerman. Ratusan pesawat Jerman baik pembom maupun tempur rontok, walaupun kerugian di pihak Inggris tidaklah kecil. Sekitar 40.000 penduduk tewas selama pengeboman di kota-kota Inggris. Namun efek yang timbul bagi Jerman jauh lebih hebat daripada efek untuk Inggris. Inggris sementara itu masih dapat memperoleh sukucadang dan pesawat-pesawat baru dari Amerika Serikat melalui perjanjian dagang yang kala itu belum sudi terjun ke kancah peperangan. Kerugian mereka dapat ditutup hanya dalam hitungan bulan. Sementara itu Jerman yang self producekekuatan militernya hanya dapat berharap dari produksi dalam negerinya sendiri. Ketika Jerman menyerang Uni Soviet delapan bulan kemudian. Kekuatan udara Jerman tidaklah lagi seperkasa dahulu ketika mereka memulai invasi ke Perancis dan Polandia. Itu sebabnya pula Uni Soviet dapat memindahkan mesin produksi pabrik-pabrik mereka ke tempat yang lebih aman yaitu di Pegunungan Ural sebelum pabrik-pabrik itu sempat di bom oleh pembom Jerman. Untuk kemudian dapat memproduksi mesin militer yang kemudian digunakan untuk menghantam kekuatan Jerman di kemudian hari.
3. Pertempuran Yunani
Pertempuran Yunani sebenarnya tidak dimulai oleh Hitler sendiri, namun oleh sahabatnya, Benito Mussolini. Mussolini yang pada tahun 1938 telah menguasai Albani mempunyai visi untuk menggembalikan kejayaan Romawi dahulu kala dengan merebut Yunani. Yunani ia anggap sebagai sasaran empuk karena mereka tidak mempunyai pasukan yang mumpuni. Sebaliknya, Italia telah menempatkan divisi-divisinya yanterlatih secara baik di Albania.
Pergerakan Pasukan Itali dan Jerman (serta Axis) di Yunani taun 1941
Pergerakan Pasukan Itali dan Jerman (serta Axis) di Yunani taun 1941
Italia, seperti diprediksi mampu membuat pertahanan Yunani kalang kabut. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena pada November hingga Maret 1941 justru Yunani dengan pasukannya yang kecil dan tidak mempunyai peralatan yang baik  mampu mendorong Italia bahkan hingga ke wilayah Albania.
Battle of Crete
Pertempuran Pulau Kreta yang Didominasi Oleh Flashmichjager (Tentara Penerjun Udara Jerman) Tahun 1941
Kekalahan Yunani itu memaksa Hitler untuk membantu sahabatnya dan menunda Operasi Barbarossa hingga dua bulan lamanya. Sebuah keputusan penting yang sebenarnya dapat sangat mempengaruhi jalannya peperangan ke depan. Penundaan selama dua bulan itu artinya bahwa Operasi Barbarosa harus dimulai pada bulan Juni, terlalu dekat untuk musim dingin. Dan terbukti bahwa penundaan ini akan berakibat sangat fatal di kemudian hari. Tentara Jerman yang sudah berada di ambang kota Moskva ternyata benar-banar terjebak di musim dingin Rusia yang ganas.
4. Pengepungan Stalingrad
Pertempuran Stalindgrad (Agustus 1942-Februari 1943) adalah titik penting di dalam jalannya Perang Dunia ke 2. Pertempuran ini dapat dikatakan sebagai Turning Point. Titik balik kemajuan Jerman yang nyaris tidak terkalahkan selama 3 tahun peperangan. Stalingrad sendiri sebenarnya bukanlah kota yang penting. Ia adalah sebuah kota kecil di pinggir sungai Volga, ribuan kilometer dari ibukota Moskva. Dahulu (dan sekarang) kota itu bernama Volgograd atau Kota Volga (Volgo = Sungai Volga dan Grad = Kota).
Skema Battle of Stalingrad tahun 1943 (http://www.armchairgeneral.com)
Skema Battle of Stalingrad tahun 1943
(http://www.armchairgeneral.com)
Satu-satunya hal yang penting dari Stalingrad adalah namanya. Stalingrad mempunyai arti Kota Stalin (Stalin = Stalin dan Grad = Kota). Dan kota inilah yang Hitler harapkan dapat menjadi sebuah simbol kemenangan di Rusia. Terutama setelah kegagalanan Jerman merebut Moskva setahun sebelumnya. Merebut Stalingrad telah menjadi sebuah obsesi pribadi Hitler yang tidak melalui pertimbangan militer dan strategis.
Apakah Stalingrad tidak penting? Sebenarnya pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Stalingrad terletak di seberang sungai Volga yang penting bagi lalu lintas industri dari selatan ke utara Rusia. Kota ini juga mempunyai beberapa industri vital seperti sulfur yang cukup penting untuk membuat amunisi dan bahan peledak. Akan tetapi yang menjadi masalah utama adalah cara merebut Stalingrad. Hitler menginginkan Stalingradi direbut dengan cara mendudukinya. Itu berarti pasukannya harus dipaksa untuk berperang di jalanan kota. Dan hal semacam inilah yang sebisa mungkin untuk dihindari para Jendral Jerman. PasukanWehrmacht adalah pasukan yang dirancang untuk berperang dengan cara mobil, bergerak cepat, dan bermanuver. Mereka tidak terlalu handal jika berperang di dalam kota. Sebagai contoh adalah pertempuran Warsawa dan Moskva yang menelan banyak korban. Jendral Jerman menginginkan agar Stalingradi dilewati saja atau setidaknya dikurung dari sisi luar. Namun hal itu sama sekali tidak diinginkan Hitler mengingingat operasi semacam itu akan memakan waktu sangat lama.
Ketidaksabaran Hitler berbuah celaka. Ia telah membuat celaka tiga ratus ribu prajuritnya di sana dan membuat Jerman kehilangan di Front Timur. Kehancuran tiga ratus ribu tentara Jerman di Stalingrad membuat kekuatan negara itu lumpuh dan tak dapat lagi diperbaiki.
5. Battle of Bulge
Battle of Bulge atau Pertempuran Ardennes (Desember 1944-Januari 1945) adalah ofensif terakhir Jerman selama Perang Dunia ke 2. Disebut Battle of Bulge (tonjolan) adalah karena serangan Jerman ini bergitu menusuk sehingga membentuk seperti sebuah tonjolan jika dilihat di dalam peta. Tujuan pertempuran ini adalah merebut kembali Kota Pelabuhan Anterwepen dan membagi dua kekuatan sekutu yaitu di Belanda dan di Perancis.
Rencana Battle of Bulge 1944 - 1945 - Anterwepn Sebagai Sasaran Utamanya
Rencana Battle of Bulge 1944 – 1945 – Anterwepn Sebagai Sasaran Utamanya
Bagi pengamat militer, rencana Jerman ini adalah sebuah rencana yang menggagumkan dan jika berhasil akan mempengaruhi jalannya perang secara keseluruhan. Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah kesiapan dari pasukan Jerman sendiri. Jumlah pasukan yang disiapkan sebenarnya cukup besar yaitu sekitar lima ratus ribu orang dan dilengkapi dengan 800 panzer. Beberapa diantaranya bahkan jenis tank baru yaitu Koenigstiger atau King Tiger. Salah satu varian Panzer Tiger terbaru yang digadang-gadang sangat kuat. Namun pasukan sebesar itu tidak dilengkapi dengan logistik yang cukup. Bensin sebagai contoh, sangat nihil dan bahkan mereka direncanakan untuk merebut pos-pos pengisian bahan bakar sekutu di perjalanannya. Sebuah rencana yang sangat riskan.
Realisasi Battle of Bulge 1944
Realisasi Battle of Bulge 1944
Berkat operasi ini pula front timur harus terbuka lebar. Hampir seluruh sumber daya militer dipusatkan untuk keberhasilan Operasi ini sehingga Front Timur tidak mendapatkan pasukan tambahan atau peralatan yang baru. Itulah yang mempercepat jatuhnya Front Timur termasuk Berlin di kemudian hari.

Related


Diposting oleh Zidex (Sidiq Aulia) di 07.30 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 04 Desember 2017

Planet Proxima b di bintang Proxima Centauri kandidat bumi kedua



Planet Proxima b sepertinya akan di coret dari daftar exoplanet

Satu lagi planet ditemukan di tata surya Proxima Centauri, mungkin di masa depan menjadi planet yang dihuni oleh manusia sebagai tetangga planet Bumi Sebuah bintang disebut Proxima b adalah bintang tipe katai merah atau bintang kerdil. Di bintang Proxima Centauri juga berdekatan dengan 2 bintang kembar lainnya. Dimana pernah ditemukan planet yang disebut planet Alpha Centauri Bb Berbeda dengan 2 bintang, satu bintang paling kecil temukan sebuah planet yang disebut Proxima b. Bahkan penelitian memerlukan waktu 10 tahun sampai akhirnya dikonfirmasi memang terlihat sebuah planet mengorbit disekitar Proxima Centauri. Rumor, mirip seperti Bumi dan ukuran sedikit lebih besar sekitar 1,27x dari ukuran Bumi kata nara sumber yang tidak ingin disebutkan namanya dari observasi La Silla. Membuat impian menjadi kenyataan bagi para astronom, sebuah planet yang dekat, ukuran tidak terlalu besar, serta berada di zone habitat yang mendukung kehidupan. Planet Proxima b begitu dekat mengorbit ke bintang Proxima Centauri, tapi tidak terjemur oleh panas bintang. Karena bintang disana relatif lebih dingin dengan suhu 2800 derajat Celcius. Diperkirakan planet Proxima b tidak membuat cairan membeku, artinya planet tersebut cukup hangat dan cairan juga tidak membeku. Tapi tidak terlalu panas seperti planet Venus, walau posisinya berada begitu dekat bintang. Jarak tata surya Proxima Centauri sekitar 4,25 tahun cahaya dari Bumi. Pemimpin proyek dari universitas Queen Mary Guillem Anglada mengatakan planet baru tersebut terlihat pertama di tahun 2013. Tapi belum ditemukan bukti cukup keberadaannya. Penelitian terakhir dari proyek Pale Red Dot, melibatkan 31 ilmuwan dari 8 negara. Akhirnya terditeksi sebuah planet melintas di depan bintang tersebut. Tim ESO sudah mengumumkan melalui telekonferensi oleh perwakilan proyek Pale Red Dot
Planet Proxima b memiliki orbit 11,2 hari dengan kecepatan 5km perjam, lebih cepat dibanding Bumi yang menyelesaikan satu putaran ke matahari selama 365 hari.
Penelitian Proxima b memerlukan data selama 10 tahun. Mengapa begitu lama. Peneliti mengatakan bintang disana berubah ubah kcerahannya secara alamih, membuat cahayanya meniru bentuk planet sehingga menganggu pengamatan. 
Tidak dijelaskan apakah planet Proxima b memiliki suasana seperti Bumi. Bintang Proxima Centauri adalah bintang cukup aktif, dan radiasi X-ray bintang ke planet mencapai 400x lebih besar dibanding radiasi matahari ke Bumi.
Proxima b sangat menarik, karena usia bintang kerdil Proxima Centauri dapat mencapai triliuan tahun dan jaraknya paling dekat ke Bumi. Seandainya manusia pindah kesana, maka kehidupan dapat berlangsung sangat lama. Yang perlu diteliti adalah bentuk planet tersebut. Diperlukan pengiriman pesawat ruang angkasa, dan melihat lebih jelas isi planet. Apakah disana ada air, planet berbatu dan lainnya.
Kami berharap suatu hari nanti kita bisa mengirim probe nano kata Peter Warden dari Breakthrough Prize Foundation. Sekarang kita tahu setidaknya ada satu target yang menarik dalam jangkauan. 
Bila pindah ke planet Proxima b
Mungkin kita bertanya apakah planet tersebut tandus, gurun, banyak kehidupan atau jangan jangan ada alien yang sudah menetap disana. Astrobiologi dari universitas Cornell, untuk kehidupan maka mahluk hidup harus bertahan dengan radiasi tinggi bintang
Bintang tipe M dari Proxima Centauri adalah bintang berukuran kecil dan redup. Usia bintang sangat lama sebelum akhirnya mati.
Tetapi planet Proxima b duduk sangat dekat ke bintang, jauh lebih rapat dibanding planet Merkurius sebagai planet panas. Hanya 1/10 jarak planet Merkurius ke Matahari. Memungkinkan planet Proxima b akan terkunci, artinya orbit planet siang dan malam realtif akan tetap. Dampaknya pada iklim disana, terjadi angin atmofer yang kuat.
Masalah lain, bintang disana memang kecil tapi tidak mengabaikan kilatan bintang seperti kilatan matahari yang disebut flare. Dengan radiasi X-ray 400x lebih besar, tentu sangat berbahaya bagi kehidupan. 
Berapa jarak Proxima b ke Bumi = 25 triliun km. 
Berapa ukuran planet Proxima b = 30% lebih besar dari masa Bumi. 
Berapa hari dalam setahun disana =11 hari. 
Apakah planet Proxima b berputar = ada kemungkinan planet ini tidak berputar. Siang tetap siang, dan malam tetap malam. Dan disatu tempat matahari terbit dan akan terus terlihat terbit. Alasannya, kemungkinan besar planet ini terkunci, karena terlalu dekat ke bintang. 
Bila posisi planet sedemikian rupa, dan ukuran lebih besar dari Bumi. Mungkin bobot disana menjadi lebih berat. Apakah manusia bisa keluar tanpa perlindungan, peneliti hanya mengatakan kemungkinan kita harus mengunakan tabir surya.
Karena cahaya bintang yang sangat kuat. Bintang disana mengeluarkan cahaya ultraviolet dan flare (kilat bintang) secara terus menerus. Tapi ilmuwan tidak mengesampingkan bahwa planet ini ada di posisi yang tepat bagi kehidupan, khususnya suhu yang cukup panas.
Karena terlalu dekat, kemungkinan bintang radiasi saat ini disana terlalu tinggi untuk mahluk hidup.
Penelitian terbaru dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics / CFA
Brad Wargelin member alasan lain dengan kehidupan di planet Proxima b. Sebelumnya peneliti lain menyebut bintang Proxima b tidak seperti Bumi kita. Dingin, terlalu dingin bahkan hanya 1/10 atau 1/100 cahaya matahari. Masalahnya bukan radiasi dan dingin saja.
Brad mengatakan disana terdapat slot bintik bintang yang terjadi seperti di matahari kita. Spot hitam akibat dorongan medan magnit bintang. Membentuk bintik hitam, dan akibat medan magnet bintang bisa mempenguhi dan pembentukan distribusi titik tersebut.
Matahari memiliki siklus 11 tahun sekali, memiliki sekitar 100 spot bintik hitam.
Proxima Centauri mengalami siklus yang sama dan berlangsung selama 7 tahun. Tapi siklus lebih dramatis, di sana spot hitam menutup 1/5 dari permukaan bintang.
Posisi planet Proxima b terhadap bintang Proxima Centauri memang memiliki posisi yang tepat, tapi tetap tidak ramah untuk kehidupan
Kira-kira seperti gambar ilustrasi dibawah ini, pemandangan di planet Proxima b
Februari 2017
Kabar buruk dari astronom. Alex Gloger astrofisikawan Goddar mengatakan planet disana terlalu tinggi radiasi sinar X-Ray dan ultraviolet. Efeknya sangat sensifif dari jumlah energi yang dipancarkan bintang disana. Artinya planet ini akan di coret dari daftar exoplanet.
Tim mengihitung tingkat oksigen di atmofer yang hilang dengan mempertimbangkan usia bintang kerdil yang bercahaya merah serta jarak planet ke bintang tersebut. Dalam perhitungan planet Proxima b mengalami badai bintang setiap 2 jam, dan oksigen / atau atmofer planet disana hilang dalam waktu 10 juta tahun. Karena jarak planet ke bintang mencapai 20x lebih dekat antara jarak matahari dan bumi. 
Singkatnya, planet ini terlihat tidak baik untuk kehidupan. Karena lapisan atmofer disana sudah pergi tertiup kuatnya angin bintang.
Oktober 2017
2 peneliti universitas Herfordshire Inggris melakukan simulasi keberadaan dari bintang Proxima Ccntauri dengan 2 bintang yang di dekatnya yaitu bintang kembar Alpha Centauri A dan B.
Mereka mengatakan Proxima itu bukan bintang yang lahir disana, mungkin dicuri dari tempat lain sampai berada disana.
Dan bintang Proxima Centauri tertarik oleh gravitasi 2 bintang tersebut sampai perjalanannya berhenti menjadi 3 bintang tersebut.
Peneliti melakukan simulasi dengan perhitungan mundur 7 miliar tahun kebelakang dan kedepan. Proxima Centauri terlihat 23% adalah bintang yang terlempar dan sekarang berada disana. Nanti, 15$ juga akan keluar dari orbit ke 2 bintang lain.
Penelitian tersebut beralasan, ketika bintang lahir yang terbentuk satu bintang atau dua bintang. Sedangkan Proxuma Centauri terlihat datang setelah bintang telah terbentuk. Jadi satu bintang tidak lahir di tempatnya melainkan bintang dari luar.
Masih ada lagi, bila bintang sama sama lahir maka relatif memiliki kandungan yang sama. Dari analisa kandungan logam di bintang Proxima Centauri berbeda. Hal ini menjadi alasan bila salah satu dari 3 bintang tersebut berbeda, bintang liar yang datang dan terkunci oleh bintang lain.
Tentu hitungan tersebut dibuat untuk analisa, seperti apa kejadiannya tidak ada yang tahu. Ini urusan miliaran tahun lalu dan kedepan.
Ilmuwan NASA solar Vladimir Airapetian mengatakan sesuatu yang menghibur. Seperti kita mempelajari bintang dengan planet, tapi matahari kita adalah salah satu bintang tua yang sempurna dan mendukung kehidupan. Penelitian planet Proxima b tentu akan berlanjut, tapi menunggu teleskop terbaru James Webb
Diposting oleh Zidex (Sidiq Aulia) di 23.23 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2021 (3)
    • ▼  Desember (1)
      • Sejarah Transmigrasi di Bengkulu
    • ►  Maret (2)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2019 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2017 (8)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2015 (7)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2013 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Februari (4)

Pengikut

jogja

jogja
jogja tempo doloe...

Pohon Teduh

  • Beranda
Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.